Seorang Pemuda Dihajar Masa Akibat Mau Membunuh Mertua Paman

Seorang Pemuda Dihajar Masa Akibat Mau Membunuh Mertua Paman – Pemuda asal Pagesangan, Surabaya, M Afifudin sesi belur dihajar massa warga Desa Ngembung, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur. Pemuda berumur 20 th. ini dihajar warga karna ketahuan akan membunuh M Kasanan (76) , Senin 27 November 2017 awal hari.

Tindakan pembunuhan itu bermula waktu Afifudin datang ke tempat tinggal pamannya, Arifin, mempertanyakan pembagian harta neneknya. Tetapi, pamannya tidak memberi harta peninggalan neneknya hingga muncul kemauan menghabisi pamannya. ” Saya sakit hati mulai sejak memohon sisi harta punya mbah (nenek, red) tidak bisa, ” saya aktor waktu diwawancarai di Mapolsek Cerme, Selasa (28/11/2017) .

Aktor juga berencana dengan rapi. Pertama pesan pedang selama 50 cm. dengan on-line seharga Rp150. 000. Satu malam, sekitaran jam 22. 00 WIB, pemuda bertato itu pergi ke Menganti, ke tempat tinggal rekannya.

Lalu, pemuda bertato itu menitipkan motor serta minta dianter topiknya ke Desa Ngembung yang jaraknya sekitaran 6 km.. Rekannya disuruh balik serta aktor menanti saat agar bisa masuk ke tempat tinggal pamannya. “Teman saya segera balik. Dia ngak tahu bila saya bawa pedang. Telah saya rencanakan terlebih dulu, ” terang aktor.

Sekitaran jam 03. 00 WIB, aktor masuk tempat tinggal korban lewat pintu belakang. Sesudah berhasil masuk, aktor ambil tas serta bersembunyi. Dia menanti sasaran (Arifin, red) keluar. Sekian waktu lalu, nyatanya yang keluar adalah Kasanan (76) mertua pamannya. “Saya fikir Arifin, jadi segera saya tusuk dengan pedang, ” akunya.

Ketahui korban bukanlah pamannya, aktor segera melarikan diri serta meninggalkan tanda bukti. Waktu itu istri korban berteriak minta tolong hingga beberapa puluh warga yang mendengar teriakan menguber serta menangkap Afifudin.
Spontan warga Ngembung menghajar aktor. Untung warga dapat menahan diri serta melaporlan ke polisi. Aktor digelandang ke Mapolsek Cerme.

Kapolsek Cerme AKP Tatak Sutrisna mengemukakan, pada tempat tinggal korban Kasanan serta Arifin sama-sama berdempetan. Belakang tempat tinggalnya jadi satu halaman serta aktor tidak paham itu bukanlah tempat tinggal pamanya, walau sempat bertamu. “Dia tidak paham lewat mana masuk ke tempat tinggal korban, ” tutur Tatak.

Dia menerangkan, waktu diamankan keadaannya cuma memar serta telah dikerjakan visum. Karena tindakannya, aktor dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) atau Pasal 53 junto Pasal 338 KUHP mengenai percobaan pembunuhan.

“Pedang serta tas punya korban telah kami amankan. Sedang keadaan korban telah memperoleh perawatan medis. Dada kanan telah dijahit dokter, demikian halnya jari tangannya. Dia telah diperbolehkan pulang, ” pungkas Tatak.