Pengendalian Tembakau Vape Di Larang Di Singapura

Pengendalian Tembakau Vape Di Larang Di Singapura – Pemerintah Singapura ambil langkah tegas berkaitan kebijakan pengendalian tembakau. Langkah ini di ambil untuk melindungi kesehatan orang-orang.

Mulai 1 Februari 2018, product tembakau seperti rokok elektrik (vape) , shisha, serta tembakau kunyah dilarang di jual, dipakai serta dipunyai di Singapura. Ketentuan ini tertuang dalam amendemen ketentuan masalah penjualan serta iklan tembakau.

Dalam ketentuan ini dijelaskan untuk siapapun yang tidak mematuhi, baik itu beli product vape atau memakai tembakau kunyah, juga akan didenda sampai S$2. 000 (sekitaran Rp20 juta) . Disamping itu, ketahuan mengimpor, jual serta mendistribusikan vape, shisha, serta tembakau kunyah dapat didenda sampai S$20. 000 (sekitaran Rp200 juta) .

” Pemerintah menyarankan beberapa masyarakat untuk buang product tembakau yang dilarang, serta menjauhi pemakaiannya, ” sekian bunyi ketentuan itu, diambil dari Channel News Asia.

Amendemen ini menambah batas umur minimum untuk pembelian serta pemakaian product tembakau, dari mulanya 18 th. jadi 21 th.. Penaikan batas umur minimum untuk pemakaian product tembakau ini dikerjakan bertahap, dari mulai 19 th. pada th. 2019, 20 pada th. 2020, serta 21 pada th. 2021.

Langkah ini dikerjakan untuk menghindar menambahnya jumlah perokok. Diinginkan dengan terdapatnya amendemen ini, akibat jelek rokok pada masyarakat Singapura juga akan menyusut.

” Umum dilarang beli serta memakai rokok sebelumnya berumur 21 th.. Kebijakan ini diinginkan dapat kurangi akibat jelek tembakau pada kesehatan, sekalian kurangi peredaran product tembakau imitasi, ” tulisnya.