Pemerkosaan Dilakukan Sopir Angkot Ke Anak 9 Tahun Di Dalam Angkot

Pemerkosaan Dilakukan Sopir Angkot Ke Anak 9 Tahun Di Dalam Angkot – Keinginan seksual IH (39), bangun selesai melihat video hot, Jumat (16/8). Syahwat sopir angkot asal Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, ini dilampiaskan pada Jp (9). Siswi sekolah basic (SD) ini disetubuhi di angkot.

Tindakan bejat IH berawal waktu pamit bawa pergi korban pada ibu kandungnya. IH berkelit akan bawa korban ke tempat tinggalnya.

Ibu korban yang tidak berprasangka buruk biarkan anaknya dibawa IH. Selesai tinggalkan rumah, korban dibawa IH ke arah Kampung Bengkonol, Desa Labuan, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, memakai angkot nopol A 1950 I.

IH selanjutnya memberikan korban uang sebesar Rp 4.000 untuk beli jajanan. Waktu melewati wilayah yang dipenuhi semak belukar, IH menyampingkan kendaraannya di kiri jalan.

IH keluar dari mobil serta buka pintu kiri depan mobil. Korban yang duduk di jok depan mobil diminta memutar mengarah aktor. Rok korban dilucuti paksa oleh aktor.

Pria beranak satu ini memaksakan korban layani nafsunya. Selesai mengalirkan nafsunya, IH mengantar korban ke rumah orang tuanya. Setibanya di dalam rumah, korban langsung lari ke arah kamar mandi. Ia kelihatan ketakutan waktu duduk di ruangan tamu.

Karena berprasangka buruk, sang ibu menanyakannya pada korban. Tetapi, korban pilih diam sambil memegangi ruang kemaluannya. Ibu korban yang makin berprasangka buruk buka paksa rok anaknya. Ia terkejut waktu lihat ruang alat penting putrinya memerah.

Korban yang terus diminta, pada akhirnya bercerita tingkah bejat tetangganya itu pada sang ibu. Info momen itu menebar sampai ke telinga ketua RT. Masalah itu selanjutnya diadukan ke Mapolsek Mancak.

“Dari Polsek diadukan ke Polres, serta di hari itu , kira-kira bada magrib aktor digelandang ke Polres Cilegon,” tutur Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul, Senin (19/8).

Waktu diinterogasi, aktor mengaku lakukan tindakan bejat itu selesai melihat rekaman video porno yang berada di ponselnya. Atas tindakannya, IH sekarang mendekam di sel Mapolres Cilegon.

“Pelaku dipakai Masalah 81 serta 82 UU Nomer 17 Tahun 2016 mengenai Perlindungan anak. Intimidasi minimum lima tahun optimal 15 tahun,” katanya