Nasib Tukang Parkir Yang Dianiaya Dokter Ahli Saraf

Nasib Tukang Parkir Yang Dianiaya Dokter Ahli Saraf – Tidaklah perlu waktu lama untuk kepolisian menangkap Anwari, dokter spesialis saraf yang menganiaya petugas parkir Gandaria City jadi tersangka.

Kurang dari 1 hari, hasil penyelidikan dan penyidikan Polsek Kebayoran Lama resmi memutuskan Anwari jadi tersangka penganiayaan pada petugas parkir di Mal Gandaria City, Zuansyah.

Dia juga ditahan atas penganiayaan pada Zuansyah, sang juru parkir yang saat insiden berjalan tengah bertugas di lantai basic 2 Mal Gandaria City.

” Sudah tersangka, ” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan saat dihubungi Liputan6. com, Jakarta.

Iwan mengatakan, dalam peristiwa itu tiada meskipun kaitan dengan oknum TNI. Hasil penyelidikan, Anwari yaitu seorang dokter yang pernah bekerja di RSPAD.

” Murni persoalan penganiayaan, tiada kaitan sama TNI, ” ujar Iwan.

Polisi juga menggantikan pistol yang difungsikan tersangka saat beraksi, yaitu pistol Walther 32 mm. Pada penyidik, dokter Anwari mengaku dapatkan senjata itu dari seorang kawannya.

” Yang bersangkutan mengaku senjata itu diperoleh dari salah seorang kawannya. Dan itu sudah lama sekali, kira-kira th. 2000, ” kata Kombes Iwan.

Dia menyambung, pihaknya tetap masih akan laksanakan pendalaman bersangkutan asal senjata barah itu.

” Untuk senjata, kita tetaplah dalam pendalaman penyelidikan dari penyidik untuk kenali asal usulnya dari tempat mana, ” ujar Iwan.

Berkaitan mobil yang dibawa oleh Anwari, di kenali yaitu mobil dinas sang istri yang bertugas di RSPAD Gatot Subroto.

” Itu mobil dinas istri tersangka. Jadi lebih dahulu tersangka juga dokter di sana tetapi sudah pensiun, ” kata Iwan.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AD Brigjen TNI Alfert Denny Tuejeh mengatakan, dari pelat mobil yang diterangkan, pelat itu yaitu nomor pelat unit jejeran TNI AD. ” Saksikan nomor mobil ya itu pelat jejeran AD. Tetapi hasil konfirmasi bila nama dokter Anwari tiada di jejeran TNI AD, ” ujar Alfret pada Liputan6. com.

Kantongi Izin Senjata

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono buka bila dokter Anwari mengantongi surat izin bersangkutan kepemilikan senjata. Namun hal itu, hingga waktu ini tetap masih didalami Polisi.

” Tetap masih kita dalami, apabila surat-suratnya ada semua. Surat senjata ada, ” ujar Argo di kantornya.

Namun Argo tidak merinci dalam dokumen itu nama siapa yang terdaftar jadi yang punya senjatanya. Argo juga tidak menjelaskan faedah senjata yang ada di tangan sisa dokter RSPAD Gatot Soebroto itu.

” Tetaplah dalam penyelidikan. Kelak kita dalami apa untuk olahraga atau apa, ” kata dia.

Menurut Argo ada banyak ketentuan yang mengizinkan sipil miliki senjata.