Juventus Beruntung Dapatkan Ronaldo

Juventus Beruntung Dapatkan Ronaldo – Lihat pengeluaran Juventus untuk membayar upah pemainnya, karena itu club Seri A yang lain bisa jadi iri 1/2 mati. Penguasa Seri A dalam tujuh musim paling akhir itu menunjukkan bila uang bukan permasalahan besar buat mereka, termasuk juga untuk menggaji Cristiano Ronaldo (CR7).

Bahkan juga, AC Milan yang mendapatkan dukungan dana perusahaan asal Inggris Elliott Advisors sesudah menggantikan dari konsorsium asal China Rossoneri Champion Inv. Lux tidak dapat menyaingi dana Juventus. Dana berlimpah membuat Juve ikhlas keluarkan dana besar untuk menggaji pemainnya.

Menurut Gazetta Dello Sport, Juve ikhlas merogoh dana 219 juta euro atau seputar Rp3, 7 triliun untuk membayar pemainnya. Striker Cristiano Ronaldo jadi pemain sangat banyak mengisap biaya upah club berjuluk La Vecchia Signora. Bekas pemain Real Madrid itu mendapatkan upah sebesar Rp535 miliar per tahun.

Juve juga jauh ada diatas AC Milan (140 juta euro), Inter Milan (116 juta euro), AS Roma (100 juta euro), serta Napoli (90 juta euro). Sedang di banding team lainnya, perlu saya mulasi pengeluaran upah sembilan team Seri A untuk menyamakan jorjoran dana Juve.

Dari mulai Empoli sebagai team dengan dana upah paling kecil 16 juta euro, Cagliari (29 juta euro), Genoa (29 juta euro), Atalanta (27 juta euro), Udinese (26 juta euro), Parma (23 juta euro), Frosinone (22 juta euro), Chievo Verona (21 juta euro), serta SPAL (21 juta euro).

Spesial Ronaldo, pendapatannya sama dengan pengeluaran 10 club Seri A untuk membayar pemainnya. Sebutlah saja Sassuolo, Calgiari, Genoa, Atalanta, Udinese, Empoli, Parma, Frosinone, Chievo, serta SPAL.

Sayangnya, besarnya pengeluaran Juve untuk Ronaldo belumlah berbanding lurus dengan produktivitas bekas pemain Manchester United itu di lapangan. Dari tiga pertandingan, pemain berumur 33 tahun itu masih tetap kering gol.

Walau jadi pemain yang sangat banyak lakukan eksperimen tembakan, belumlah ada satu juga yang melalui kiper. Statistik menunjukkan dia telah lakukan 23 tembakan mengarah gawang atau tiga dalam tiap-tiap pertandingan dari rata-rata 7, 7 usaha yang dikerjakan. Dia jadi pemain dengan jumlahnya tembakan paling tinggi yang tidak menghasilkan gol.

Produktivitas CR7 di belakang gelandang Fiorentina Marco Benassi dengan tiga gol, striker Genoa Krzysztof Piatek (3), serta penyerang Juventus Mario Mandzukic (2).

“Di Italia, kami bertahan dengan baik serta itu susah buat seseorang penyerang, Ronaldo mesti tahu pertandingan barunya, ” papar bekas pemain serta kapten Juventus Del Piero pada Sky Italia. Mujur, Pelatih Juventus Massimo Allegri juga cukuplah bersabar dengan tampilan CR7.

Dia mengaku tidak gampang cetak banyak gol di Seri A. Termasuk juga membukukan 40 gol pada sebuah musim. Walau diakuinya tidak tutup peluang Ronaldo terserang skema perputaran.

“Ada dedikasi yang semakin besar pada pertahanan di sepak bola Italia serta Ronaldo mengerti itu, ” papar Allegri. Bekas pelatih AC Milan itu sudah sempat lakukan cara-cara untuk tingkatkan tampilan Ronaldo.

Pada pertandingan pertama, Allegri tempatkan CR7 menjadi striker tengah dalam konstruksi 4-2-3-1, tetapi cara tersebut gagal. Dia lalu merubah tempat CR7 menjadi striker sayap dalam konstruksi 4-3-3 di set ke-2 serta di dua laga setelah itu.
Pergantian itu memang membuat CR7 mempunyai ruangan serta lakukan tembakan semakin banyak dibanding menjadi striker tengah, tetapi ya itu, dia belumlah cetak gol. Allegri memberikan, pemainnya itu sedih karena tidak memperoleh titel pemain terunggul dunia.

Argumen itu membuat dia tidak ada dalam acara. Ronaldo juga tidak masuk dalam tim tim nasional Portugal menantang Kroasia pada pagi hari kelak. “Dia memiliki hak atas penghargaan itu. Tetapi itu tidak berlangsung, saat ini dia konsentrasi ke Juve, ” kata Allegri.