Jokowi Akan Bangun Pusat Ekonomi Di Perbatasan

Jokowi Akan Bangun Pusat Ekonomi Di Perbatasan – Hari ini Presiden Joko Widodo resmikan pengoperasian PLBN Skouw di Jayapura, Propinsi Papua. Dalam peresmian, Menteri Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan, bakal bangun pasar perbatasan dengan kemampuan untuk semua warga Skouw.

Hal itu jadi mandat yang didapatkan Jokowi selesai perayaan persemian infrastruktur di teras negara itu. Maksudnya, supaya terwujud pusat ekonomi baru untuk orang-orang perbatasan, khusunya orang-orang Skouw.

” Awalannya ditahap ke-2 bakal bangun pasar untuk 400 kios, diatas tempat 3. 000 mtr., namun waktu kunjungannya (kehadiran Presiden Jokowi) ini disuruh untuk semua warga setempat supaya dapat berjualan, ” kata Basuki di PLBN Skouw, Jayapura, Selasa (9/5/2017).

Dengan dibangunnya pasar yang di isi warga Papua, diinginkan kue ekonomi dapat semakin besar dirasa oleh pihak Indonesia khusunya warga Papua. Karna warga papua dapat berdagang beragam komoditas asli yang dipunyainya dan bebragai product Indonesia yag menyasar konsumen dari negara tetangga.

Benar saja. Gubenur Papua Lukas Enembe melaporkan, sampai kini transaksi jual beli di pasar perbatasan Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG) atau Papua Nugini cukup besar, dengan rata-rata pertahun mecapai beberapa puluh miliar rupiah.

” Saya menginginkan melaporkan pada presiden kesibukan PLBN Skouw ingin masuk ataupun keluar cukup tinggi, 95% yaitu warga PNG, 166 ribu orang beberapa besar berbelanja meraih Rp 25, 8 miliar pertahun, ini memberi akibat positif aktivitas di perbatasan, ” kata Lukas.

Dia juga meneruskan, garis perbatasan Indoneaia dengan PNG selama lebih kurang 860 km dengan ditandai 52 tugu batas di 5 kabupaten.

Dengan panjang perbatasan RI, Lukas tak mengingkari kalau daerah perbatasan punya potensi untuk bertindak ilegal baik orang ataupun barang.

” Lihat geografis yang susah di lokasi perbatasan pada aksi ilegal orang ataupun barang jadi mesti dibangung pos perbatasan selama perbatasan, pada sekarang ini kami belum meiliki pos batas laut pada Indonesia serta PNG. Saya meyakini kunjungan ayah untuk mendengar hati kami untuk bangun pos batas laut, ” tutupnya.