Febi Ramadhan Di Amankan Oleh Polisi Setelah Memukul Batu Ahakumu

Febi Ramadhan Di Amankan Oleh Polisi Setelah Memukul Batu Ahakumu – Aparat kepolisian dari Polsek Karawang Kota, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tangkap seseorang pelaku ormas spesifik karna disangka mengerjakan penganiayaan. Dimana penganiayaan itu berlangsung waktu mereka memeras seseorang warga di lokasi Karawang Barat.

” Pemeran bernama Febi Ramadhan ini diamankan di Alun Alun Karawang pada 12 Juli 2018, ” kata Kapolres Karawang Kota AKBP Slamet Waloya seperti ditulis dari Pada, Kamis (19/7).

Dia menuturkan, pemeran yg tertulis menjadi warga Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, ini diamankan atas aksi penganiayaan serta pemerasan pada salah seseorang warga, Alhakumu.

Moment penganiayaan serta pemerasan itu berlangsung pada 11 Juni 2018 larut malam. Pemeran mendatangi rumah kontrakan korban di lokasi Tanjungpura untuk mengharap uang THR (tunjangan hari raya), waktu itu pas satu pekan saat Lebaran.

Pemeran ada ke rumah kontrakan korban waktu larut malam serta dalam keadaan terbujuk minuman alkohol. Lantas pemeran mengharap korban memberikannya uang THR untuk populasi ‘Punk’.

Terasa terganggu, korban tdk penuhi permohonan pemeran. Sehabis beberapa waktu, pemeran secara langsung memukul korban serta sudah sempat ditangkis oleh korban. Lantas pemeran ke luar kontrakan serta ambil batu mempunyai ukuran besar, dipukulkan ke sisi kepala serta dahi korban.

Atas moment itu, korban alami luka-luka serta mesti dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

” Korban memberikan laporan peristiwa itu, serta sukses disingkap. Pemeran baru diamankan pada 12 Juli 2018, ” jelas Slamet.

Sesuai hasil pengecekan sesaat, pemeran diketahui kerap mabuk-mabukan serta mengharap uang terhadap orang-orang melalui cara memaksa.

Disamping itu, di tanya terkait tindakan pemalakan dengan modus THR saat Lebaran, pemeran mengakui mengerjakannya atas gagasan sendiri. ” Kebanyakan ada-ada saja yg memberikan uang, dari mulai Rp500-100 ribu. Apabila disatukan waktu itu saya telah mendapat uang Rp600 ribu, ” tuturnya.