Barbuk Sebanyak 40.661 Butir Ektasi Dimusnahkan Polda Kepri

Barbuk Sebanyak 40.661  Butir Ektasi Dimusnahkan Polda Kepri – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan barang untuk bukti ekstasi banyak 40. 661 butir atau sejumlah Rp1, 2 miliar di Pendopo Mapolda Kepri, Jumat (20/10/2017) . Beberapa ribu butir pil ekstasi itu dihancurkan melalui langkah diblender.

” Ekstasi yg dihancurkan hari ini banyak 40. 661 butir, ” kata Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Helmi Santika, Kabid Rehabilitasi BNN Kepri Ali Chozin, Perwakilan dari Pengadilan, Kejaksaan Negeri Batam, serta BPOM Kepri.

Saat sebelum dihancurkan, dibacakan surat keputusan pemusnahan dari pengadilan serta lantas menyisihkan sebagian ekstasi utk di-test oleh anggota Biddokes Polda Kepri memanfaatkan Kit Identifikasi Narkoba. Dari keseluruhan 42. 382 ekstasi itu, sebagian di kirim ke Puslabfor Polri di Medan banyak 1. 707 butir utk di-test serta 14 butir utk pembuktian perkara di Pengadilan.

Sam mengutarakan, penyelundupan 42. 382 tablet ekstasi bermacam brand itu, digagalkan polisi atas kabar dari warga. Barang haram tertulis dibawah oleh MA serta diamankan di pelabuhan rakyat di Daerah Seijodoh, Batam, Minggu 17 September 2017) seputar waktu 06. 15 WIB. ” Tersangka dijanjikan penghasilan Rp5 juta serta diperintah menjemput barang diperairan perbatasan pada Indonesia serta Malaysia (OPL) , ” ujarnya.

Pemusnahan beberapa ribu ekstasi kesempatan ini, sambung Sam, menjadi perbuatan tegas aparat hukum buat memutus mata rantai peredaran narkoba di lokasi Kepri. Lebih-lebih kata dia, lokasi Kepri masuk dalam aliran perdagangan narkoba lintas negara dari China transit ke Taiwan serta lantas Malaysia. ” Serta aliran paling dekat utk transit merupakan lokasi kita. Kita seluruh bangsa Indonesia telah mengetahui apabila sumbernya dari sana, ” pungkasnya.

Bermacam pertemuan serta kordinasi beberapa kali dilaksanakan Indonesia dengan negara Malaysia utk saling setuju memberantas peredaran narkoba. Akan tetapi, hal semacam itu kembali terhadap kebijakan semasing negara yg tak dapat diintervensi. ” Pekerjaan kita saat ini, bagaimana semua aparat keamanan mesti bahu membahu serta bekerjasama laksanakan usaha mencegahan biar perang kepada narkoba dapat terwujud serta Indonesia dapat terlepas serta bebas dari narkoba, ” katanya.