Arab Saudi, Dikejutkan Oleh “Invasi” Beberapa Ribu Jangkrik Serta Belalang

¬†Arab Saudi, Dikejutkan Oleh “Invasi” Beberapa Ribu Jangkrik Serta Belalang – Banyak pengunjung Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, dikejutkan oleh “invasi” beberapa ribu jangkrik serta belalang. Hadirnya serangga-serangga itu terjadi selama minggu ini. Bahkan juga video dan poto beberapa ribu jangkrik serta belalang itu ramai diberikan di sosial media.

Menurut seseorang jemaah seperti dilansir sarana Arab, The National, Selasa (8/1) terus, jangkrik penuhi Masjidil Haram, bahkan juga sampai ke dekat Kakbah.

“Pada Sabtu malam saya salat di Masjid Suci serta serangga dimana saja, masjid seperti mengundang mereka, bukan cuma di pekarangan, bahkan juga di kira-kira Kakbah,” kata seseorang masyarakat, Abdulwhab Soror, 64.

“Saya udah hidup di Makkah seumur hidup serta tak pernah saksikan perihal ini,” lanjut ia.

Peristiwa ini dibetulkan oleh Pemerintah Kota Makkah. Dalam pengakuannya, Pemkot Makkah menyebutkan serangga-serangga itu menjadi “belalang hitam” serta menuturkan jangkrik serta belalang itu dalam babak migrasi.

Hamed bin Mohamed Metwally, profesor fisiologi di Kampus Umm Al-Qura University, memaparkan pada sarana Palestina, Sawa News, kalau kehadiran jangkrik serta belalang memang dapat bertambah pada saat dingin serta bakal menghilang dalam empat sampai enam minggu lantas.

Memang kota Makkah tengah dalam sesi “dingin”. Menurut data cuaca dari situs Accu Weather, cuaca di Mekkah mulai sejak awal 2019 sampai saat ini ada di kira-kira pada 31 derajat Celcius di siang hari serta kira-kira 22 derajat Celcius pada malam hari.

Rata-rata kota suci umat Islam ini miliki temperatur tinggi sekali pada musim panas, seringkali capai lebih dari 40 derajat Celcius di siang harinya. Sesaat pada bulan November sampai Januari rata-rata turun hujan mudah di Makkah.

Selain itu, Jacky Judas, penasihat problem lingkungan di WWF serta instansi pelestari alam Emirates Nature mengatakan terperanjat atas kejadian ini. Menurut pengakuannya, ini ialah pertama kali dirinya sendiri menyaksikan kejadian semacam ini.

“Ini ialah pertama kali saya menyaksikan spesies ini dalam jumlahnya besar,” pungkasnya pada The National.

Dia berasumsi serangga-serangga ini mungkin datang dari satu peternakan serangga di Jazirah Arab yang berniat dikembangbiakan buat pangan burung. Judas menerka ada banyak serangga yang terlepas serta menebar ke Makkah.