1 Mucikari Dan 4 Wanita Diduga PSK Diamankan Polda Kaltim

1 Mucikari Dan 4 Wanita Diduga PSK Diamankan Polda Kaltim – Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalimantan timur sukses menjumpai serta membuka terdapatnya kegiatan transaksi prostitusi online di Balikpapan.

Dalam pengungkapannya, petugas memutuskan satu wanita berinisial DH (38) jadi muncikari dan empat wanita muda yang disangka jadi PSK.

Direktur Reskrimsus Polda Kalimantan timur, Kombes Pol Budi Suryanto menerangkan, pengungkapan itu berawal saat anggota Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalimantan timur tengah lakukan patroli siber di sosial media (sosmed) type MiChat.

“Tersangka tawarkan beberapa wanita muda untuk lakukan pekerjaan asusila, dari pijat sampai pijat plus dikerjakan oleh DH,” katanya.

Busur -sapaan akrab Budi Suryanto- menerangkan, modus operandi yang dikerjakan terduga dengan tawarkan wanita muda yang usianya sekitar 19 tahun sampai 22 tahun pada konsumen setia lewat MiChat.

Sesudah berlangsung persetujuan di antara terduga dengan konsumen setia, karena itu bersambung pada penetapan tempat. Terduga telah tempatkan PSK di semasing hotel.

“Ada tiga hotel di Balikpapan yang dipakai kegiatan itu, yaitu HF, HA, serta HS. Memang semasing hotel ada yang standby jadi PSK serta DH tawarkan pada konsumen setia untuk lakukan jalinan tubuh,” katanya.

Untuk sekali kencan, konsumen setia harus merogoh kocek dari Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta. “Tersangka ambil keuntungan atau fee tiap transaksi,” ucapnya.

Berdasar info beberapa saksi, praktik prostitusi online itu telah dikerjakan sepanjang dua tahun.

“Dari hasil info empat saksi, mereka akui telah lama menekuni pekerjaan itu. Ada yang telah dua tahun, bahkan juga ada yang baru beberapa waktu,” jelas perwira menengah berpangkat tiga bunga di bahu ini.

DH jalani kontrol intens. Ada sangkaan masih ada PSK yang lain yang ditawarkan. Ini kelihatan dari jumlahnya PSK yang disiapkan di satu hotel, ada empat.

“Jika ditotal ada 12 PSK yang ditawarkan DH, tetapi yang penuhi faktor baru yang ini. Untuk yang lain kami akan dalami ,” jelasnya.

Tidak cuma amankan DH saja, polisi mengambil alih beberapa tanda bukti, salah satunya, beberapa puluh alat kontrasepsi, mesin EDC, hp, minyak urut, sampai handuk.

Atas tindakannya, terduga dijaring masalah 27 ayat 1 Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2018 mengenai Info serta Transaksi Elektronik. “Ancaman hukuman enam tahun,” tambah ia